Bagaimana langkah asumsi kinerja keuangan bank? Cara untuk menilai kinerja keuangan bank adalah bersama dengan melaksanakan asumsi dan faktor yang memengaruhi kinerja bank. Serta terhadap kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah bank yang mengacu terhadap standar rasio keuangan bank umum.

Kinerja keuangan merupakan anggota dari kinerja bank secara keseluruhan yang harus dievaluasi sehingga bisa pilih ketentuan tepat yang rasional dalam perusahaan sepeti agen sbobet terbaik Indonesia saat ini. Kinerja suatu bank bisa diakui sebagai suatu prestasi yang sudah dicapai oleh bank dalam aktivitas operasionalnya yang menyangkut beraneka faktor layaknya faktor keuangan, pemasaran, penghimpunan dana, penyaluran dana, teknologi informasi dan sumber energi manusia. Setiap bank harus membuat laporan keuangan dari semua aktivitasnya baik yang berupa Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.

Kinerja Suatu Bank Lokal di Indonesia

Laporan Mengenai Kinerja Suatu Bank

Dari laporan keuangan tersebut bisa diketahui situasi bank tersebut tergolong bank sehat, lumayan sehat, kurang sehat, atau tidak sehat. Untuk mengerti tingkat kebugaran suatu bank bisa diamati dari laporan keuangan bank yang bisa memberi tambahan informasi keuangan tentang jumlah aktiva, kewajiban dan modal, memberi tambahan informasi dari hasil usaha yang berasal dari penghasilan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan terhadap periode tertentu, serta memberi tambahan informasi tentang perubahan-perubahan yang berlangsung dalam aktiva, kewajiban dan modal suatu bank (Kasmir, 2002 : 173).

Rasio keuangan CAMEL menggambarkan suatu interaksi atau perbandingan antara suatu jumlah tertentu bersama dengan jumlah yang lain, bersama dengan asumsi rasio bisa diperoleh uraian baik buruknya situasi atau posisi keuangan suatu bank.

Penilaian dalam sistim perbankan di Indonesia dengan cara analisa rasio keuangan CAMEL tersebut meliputi faktor Capital yakni untuk meyakinkan kecukupan modal dan cadangan kegunaan mengantisipasi resiko yang bisa saja timbul, faktor Asset untuk meyakinkan kualitas aset yang dimiliki bank dan nilai real dari aset tersebut, faktor Management untuk meyakinkan kualitas penerapan manajemen bank lebih-lebih manajemen resiko, faktor Earning untuk meyakinkan efisiensi dan kualitas penghasilan bank. Dan faktor Liquidity yang digunakan untuk meyakinkan dilaksanakannya manajemen aset dan kewajiban dalam pilih dan menyediakan likuiditas yang lumayan serta mengurangi resiko tingkat bunga.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *